teknisi jaringan komputer

Beranda » Investasi » Cara Cerdas Untuk Bebas Finansial di Usia Muda

Cara Cerdas Untuk Bebas Finansial di Usia Muda

Kunci utama dari kebebasan finansial adalah membiarkan uang Kita bekerja untuk kita sehingga Kita tidak perlu repot bekerja mencari uang

Bila kondisi ini yang terjadi boleh dibilang kita sudah mencapai tahap bebas secara finansial.

Perencana keuangan, Ahmad Gozali, menyebutkan, mengutip dari buku Anthony Robbins, kebebasan finansial adalah suatu kondisi keuangan dengan pencapaian investasi yang cukup banyak, relatif aman, dan hasilnya mencukupi kebutuhan kita untuk hidup dengan gaya hidup yang kita inginkan.

Menurutnya, ada kebutuhan yang diperlukan :

  1. Kerja keras
  2. Cara cerdas, dan
  3. Kesinambungan

Lebih lanjut menurut Gozali, kebebasan finansial dapat Kita capai dengan melakukan tiga langkah berikut :

  1. Kita disiplin menabung
  2. melakukan penghematan
  3. lalu tabungan Kita diputar agar bisa memberi hasil yang besar pada periode tertentu dan menghasilkan passive income sehingga Kita tidak perlu bekerja lagi

”Menabung memang menunda kesenangan di masa sekarang, tetapi hasilnya sangat efektif untuk mencapai tujuan yang lebih besar di masa datang,” kata Gozali.

Lalu, berapa yang harus Kita sisihkan untuk tabungan dan investasi?

Gozali menyarankan agar mengalokasikan penghasilan Kita menjadi pos-pos berdasarkan prioritas.

  1. pos cicilan utang (bila ada) yang sebaiknya tidak melebihi dari 30 persen dari penghasilan bulanan.
  2. usahakan menyisihkan 10 persen dari gaji secara rutin tiap bulannya untuk pos tabungan. Bila Kita tidak mempunyai utang, jumlah yang disisihkan bisa diperbesar lagi, misalnya, 30 persen yang dapat digunakan untuk investasi dan proteksi (asuransi).
  3. Dengan demikian, 70 persen sisanya dapat digunakan untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari.

menej_gaji

Ada beberapa jenis kendaraan untuk investasi, antara lain, tabungan, deposito, emas, saham, reksa dana, properti, ataupun unit bisnis.
Untuk memilihnya, perlu dipertimbangkan biaya yang diperlukan, pendapatan yang didapat, profil risiko, apakah Kita takut terhadap risiko kehilangan uang atau tergolong berani, keterampilan yang diperlukan untuk memilih produk investasi, dan banyaknya waktu keterlibatan Kita untuk melakukan investasi.

Usahakan tidak menaruh semua uang Kita pada satu produk investasi untuk meminimalkan risiko. Karena kondisi Kita sekarang ini masih bekerja, Gozali menyarankan agar kira-kira sekitar 70-80 persen dari alokasi uang keperluan investasi tadi bisa diinvestasikan ke dalam aset seperti deposito dan reksa dana. Deposito digunakan untuk berjaga-jaga, sedangkan reksa dana digunakan untuk mendapatkan pengembangan. Sementara, sisanya yang 20-30 persen, bisa mulai digunakan untuk investasi ke dalam usaha dengan cara berpatungan dengan teman atau saudara yang bisa mengelola usaha.

sumber : http://www.republika.co.id


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 44,903 hits

My FB

%d blogger menyukai ini: