teknisi jaringan komputer

Beranda » Investasi » ANALISA SEKTOR BISNIS INDUSTRI PELAYARAN

ANALISA SEKTOR BISNIS INDUSTRI PELAYARAN

Bisnis pelayaran merupakan salah satu sektor bisnis yang menarik dan bagus karena bagi dunia perdagangan pada umumnya, khususnya perdagangan internasional, pelayaran niaga sangat dibutuhkan dan memegang peranan yang sangat penting disebabkan hampir semua barang ekspor dan impor diangkut dengan kapal laut. Demikian juga pengangkutan barang dalam volume besar dari satu daerah ke daerah yang lain dalam satu Negara, lebih banyak menggunakan jasa fasilitass angkutan laut. Hal ini disebabkan oleh beberapa alasan sebagai berikut:

a. Unit capacity kapal jauh lebih besar untuk pengangkutan dalam jumlah besar sekaligus.

b. Biaya bongkar muatnya lebih efisien dibandingkan melalui darat.

c. Biaya angkut (freight) per unit lebih murah karena pengangkutannya dalam jumlah banyak.

Sebagai contoh, untuk memenuhi kebutuhan garam di Sumatera Utara maka akan diangkut 10.000 ton garam dari daerah Jawa Timur (Gresik). Sedangkan pengangkutan garam dari Gresik menuju Medan akan dipilih angkutan kapal laut dibandingkan dengan menggunakan transportasi darat (truk), dengan pertimbangan bahwa untuk mengangkut angkutan sebanyak 5000 ton garam akan membutuhkan lebih kurang 500 truk atau 250 truk dengan gandengannya. Jumlah truk sebanyak itu akan banyak menimbulkan masalah, baik berupa kemacetan di jalan, kesulitan penyediaan armada dan segala permasalahan yang timbul selama perjalanan. Pelaksanaan bongkar muat ditempat tujuanpun akan

sulit dilaksanakan secara serentak dimana membutuhkan tenaga kerja yang banyak dan biaya yang besar. Penggunaan kapal laut menjadikan proses pengangkutan, pemuatan dan pembongkaran sebanyak 5000 ton garam bukan merupakan hal yang sulit dan dapat dikerjakan hanya sekali. Hal tersebut mungkin karena kapasitas angkut kapal lebih besar dari pada sarana angkutan yang lain, sehingga cocok untuk mengangkut barang dalam jumlah yang besar sekaligus.

Bila ditinjau dari struktur harga barang tampaklah bahwa biaya angkutan dengan menggunakan kapal mengambil porsi 10 % dari harga barang pada kondisi free on board, untuk jenis barang tertentu (barang-barang berbahaya atau barang mewah) uang tambang mencapai 20 % dari harga jual barang yang bersangkutan ditambah dengan biaya bongkar muat barang dan biaya pengurusan barang di pelabuhan serta biaya pelabuhan lainnya (biaya sewa gudang dan biaya ekspedisi) biaya pengiriman barang akan mengambil porsi diatas 25% dari harga jual barang. Namun biaya pengangkutan dengan kapal tetap lebih rendah apabila dibandingkan dengan biaya angkutan darat atau biaya angkutan udara. Apabila biaya dipelabuhan dapat ditekan seminimal mungkin, dapat menyebabkan harga barang akan lebih kompetitif dan perdagangan semakin berkembang.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 44,903 hits

My FB

%d blogger menyukai ini: