teknisi jaringan komputer

Beranda » Investasi » ANALISA SEKTOR BISNIS INDUSTRI GAS

ANALISA SEKTOR BISNIS INDUSTRI GAS

Peningkatan kebutuhan listrik mulai disadari oleh pemerintah Indonesia dengan mulai melirik ke sumber bahan bakar lain, yakni gas alam. Selama ini, penggunaan gas alam diekspor karena dianggap lebih menguntungkan apabila dieskpor. Akan tetapi, kini pemerintah mulai melirik gas alam untuk menggantikan minyak bumi di pasar domestik.

Gas dibutuhkan untuk menjadi pembangkit listrik dan dalam bentuk raw material. Lalu, kenapa yang dipilih adalah gas alam ? selain pengolahannya mahal, Indonesia masih kekurangan oil refinery sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan yang sedemikian besar. Jadi, kini beberapa sumber gas yang dimiliki dimanfaatkan. Gas alam memiliki fungsi yang sama seperti minyak bumi sebagai penggerak mesin, namun gas alam memiliki efesiensi yang lebih tinggi.

Gas alam dianggap lebih efesien karena memiliki pembakaran yang lebih sempurna dan bersih (clean burning) sehingga perawatan mesin menjadi lebih murah. Dengan pembakaran yang bersih, gas alam menjadi lebih ramah lingkungan karena bebas dari logam berat, sulfur dan emosi NOx yang sangat rendah. Jika dilihat dari sisi finansial, gas alam yang langsung dari pipa gas lebih hemat seperempat kali dari harga minyak bumi. Jika sudah berbentuk LNG, gas lebih murah setengah harga dari minyak bumi.

Dengan gas, Indonesia dapat mengurangi subsidi minyak, mengakibatkan banyak energi menjadi lebih murah sehingga menghemat anggaran negara. Selain itu, penggunaan gas sebagai pembangkit listrik sangat responsif terhadap beban dan fleksibel dalam pegoperasiannya sehingga dapat mendukung stabilitas jaringan.

Cadangan gas alam Indonesia saat ini masih lima kali cadang minyak bumi Indonesia, yakni yang sudah proven adalah 157,14 trillion standard cubic feet (TSCF) dan bisa dipakai hingga 46 tahun, sedangkan estimasi cadangan yang belum proven mencapai 594,43 TSCF (174 tahun). Potensi gas ini akan semakin besar bila ditambahkan coal bed methane (CBM) berjumlah 453,3 TSCF (133 tahun). Belum lagi ditambahkan shale gas (gas yang berada didalam batuan induk), seperti dilansir Harian Kontan, sebesar 574 TSCF yang mampu dipakai hingga 168 tahun.

Sejak Indonesia mengkampanyekan “energi terbarukan”, bisnis gas semakin terlihat menarik dan bagus di negeri Indonesia ini.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 44,903 hits

My FB

%d blogger menyukai ini: