teknisi jaringan komputer

Beranda » Investasi » Belajar Investasi Saham Pada Warren Buffet

Belajar Investasi Saham Pada Warren Buffet

Siapa yang tidak kenal dengan Warren Buffett ???

Wah, kalau masih ada yang tidak mengenal siapa beliau, berarti Kita ‘keterlaluan’. Hehehe…

Warren Buffett adalah salah satu orang terkaya di jagat bumi ini dan mahaguru investasi dunia. Beliau telah mengumpulkan kekayaan milyaran dollar lewat kecerdikannya berinvestasi melalui bendera Berskhire Hathaway, perusahaan yang dikelolanya.

Pada awalnya di Berkshire, Buffett berfokus pada investasi jangka-panjang dalam perusahaan-perusahaan yang sudah terdaftar di Bursa Efek, namun sekarang ini sudah beralih menjadi pembeli perusahaan secara keseluruhan.

BELAJAR BERINVESTASI SAHAM “SYARIAH” DARI WARREN BUFFETT

Lantas, Sebagai investor ritel, apa yang dapat Kita pelajari dari beliau ?

Beberapa orang seringkali bersikap pesimis terhadap cara investasi dari Warren Buffett. Alasannya sederhana, karena beliau bukan trading malah menyimpan saham yang dibelinya dalam waktu yang sangat lama, sehingga kebanyakan orang tidak ’sreg’ dengan cara ini karena masih dikendalikan oleh ketidaksabaran dan emosi (fear and greed).

Orang-orang yang baru mulai belajar main saham, cenderung mencari cara secepat mungkin untuk memperoleh untung dan ingin cepat menjadi kaya. Padahal, ketidaksabaran-lah yang membuat beberapa orang justru mengalami kerugian besar. Kalau Kita amati baik-baik, pesan-pesan penting dari Warren Buffett yang perlu diketahui bisa diringkas menjadi 4 poin penting. Apa saja itu ?

  1.         Dalam jangka pendek, market cenderung volatile
  2.         Dalam jangka panjang, market cenderung selalu naik (uptrend)
  3.         Semakin lama Kita menyimpan saham Kita, semakin rendah resiko Kita
  4.         Kita akan selalu menang apabila Kita menyimpan saham dalam waktu yang lama

Nah, perlu Kita ketahui sebenarnya Warren Buffett dan investor-investor brilian dunia lain seperti Peter Lynch atau John Templeton mengakui bahwa mereka tidak mengetahui arah pasar dan sampai kapanpun tidak ada seorang pun yang dapat meramalkan arah pasar. Lantas, mengapa mereka bisa menjadi investor yang sukses ?

Sedikitnya ada 5 cara berinvestasi seperti yang dilakukan oleh mereka :

1. Membeli saham sama dengan membeli bisnis

Jika sebuah bisnis berkinerja bagus, harga sahamnya akan mengikuti.;
Bagaimana mengetahui bisnis yang bagus? Pertama-tama, Kita harus mengerjakan PR, yaitu riset fundamental perusahaan tersebut. Sebab, bagi Buffett, syarat mutlak berinvestasi adalah mengerti bisnisnya dulu. Ia berulang kali menolak berinvestasi di berbagai saham teknologi murah karena mengaku tak kenal bisnisnya. “Risiko datang ketika Kita tidak tahu apa yang Kita lakukan,” tuturnya.
Karena itu, Buffett juga menyarankan untuk memastikan kekuatan manajemen perusahaan itu. Menurut buku ‘The Warren Buffett Way’, ia punya tiga pertanyaan menyangkut manajemen sebuah perusahaan. Apakah mereka rasional? Apakah mereka mengakui kesalahan? Apakah mereka bisa menahan tuntutan institusi? Buffett tak suka manajemen yang hanya mengikuti arus dan mengkopi kompetitor.

2. Beli perusahaan yang menguntungkan

Buffett lebih suka berinvestasi pada perusahaan yang membukukan keuntungan dengan konsisten. Artinya, dalam jangka panjang misalnya 10 tahun, perusahaan itu konsisten meraup keuntungan.
Ia pun mengukur tingkat keuntungan perusahaan misalnya dengan melihat return on equity (ROE), return on invested capital (ROIC), dan margin laba perusahaan, lalu membandingkannya dengan perusahaan kompetitor atau industri.
Tapi hati-hati, kadang perusahaan dengan ROE tinggi memiliki utang yang besar pula. Buffett sangat menghindari perusahaan macam ini. Ia pernah bilang, “Jika Kita berada di kapal yang bocor kronis, energi untuk mengganti kapal bakal lebih produktif ketimbang energi untuk menambal kebocoran.”

Catatan:
ROE = laba bersih/ekuitas
Margin laba = laba bersih/penjualan bersih
ROIC = total kewajiban/ekuitas

3. Beli saham bagus di harga murah (unvervalue)

Harga adalah apa yang Kita bayarkan, nilai adalah apa yang Kita dapatkan.
Jadi, belilah selalu saham yang harganya lebih murah daripada nilai sebenarnya. Ini prinsip utama Buffett yang ia pelajari dari guru favoritnya, Benjamin Graham. Caranya adalah cermat memperhatikan fluktuasi pasar dan memanfaatkannya. Ketika pasar serakah, Buffett cenderung menahan diri. Tapi sebaliknya, begitu pasar takut, ia mulai menebar jala berburu saham bagus tapi murah. Strategi kontrarian ini mudah diucapkan tapi pada kenyataannya sulit diterapkan. Sebab, lazim terjadi emosi dan kepanikan akan menyergap investor di tengah situasi buruk.

4.Berinvestasi jangka panjang

“Belilah hanya sesuatu yang Kita akan benar-benar senang memegangnya jika pasar tutup selama 10 tahun.
Ketika membeli sebuah saham, Buffett berpatokan akan menyimpannya dalam jangka panjang bahkan seumur hidupnya. Ia menyimpan sejumlah saham yang tak pernah ia jual sampai sekarang seperti Coca-Cola, GEICO, dan Washington Post.

5. Economic moat

Buffett menemukan istilah baru ini, yang secara harafiah berarti parit perlindungan ekonomi. Tapi yang dimaksud Buffett adalah perusahaan yang punya keunggulan kompetitif. Perusahaan bertipe economic moat dapat melindungi bisnisnya dari kompetitor karena ia punya kelebihan tersendiri.
Kelebihan ini bisa berupa merek yang kuat, paten, atau posisi geografis. Memakai prinsip ini, Buffett membeli McDonalds, Coca Cola, dan P&G.

Happy investing Islamic stocks !!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 44,903 hits

My FB

%d blogger menyukai ini: