teknisi jaringan komputer

Beranda » Investasi » BELAJAR BERINVESTASI SAHAM “SYARIAH” DARI LO KHENG HONG

BELAJAR BERINVESTASI SAHAM “SYARIAH” DARI LO KHENG HONG

Siapa tuh Lo Kheng Hong ???? ….

Lo Kheng Hong itu salah satu miliarder di pasar saham Indonesia yang berhasil mengeduk gain hingga 150.000%. Asetnya di pasar saham disebut-sebut bernilai triliunan rupiah. Ia mengoleksi sejumlah saham yang mampu mencetak keuntungan investasi (capital gain) hingga ratusan, ribuan, bahkan ratusan ribu persen. Tapi, jangan bayangkan pria berusia 52 tahun ini punya karakter dan penampilan glamour, agresif, dinamis, meledak- ledak, atau beradrenalin tinggi.

Bagaimana Cara Lo Kheng Hong memilih saham ?

1. Lihat manajemen

Apakah menerapkan good corporate governance (GCG) atau tidak. Menurut beliau, Kita harus cari dari kompetitornya, biasanya mereka tahu. Kita harus cari tahu agar tidak beli kucing dalam karung, karena ini menyangkut harta Kita. Jangan membeli sesuatu yang tidak kita tahu.  Beberapa saham yang dianggapnya menerapkan good corporate governance (GCG) adalah JPFA, CPIN, TINS, UNTR, GJTL, ADMG, dan LPCK.

2. Lihat manajemen

Apakah pengelolanya jujur atau tidak. Jangan sampai pengelolanya suka ambil uang perusahaan, sehingga Kita sebagai sleeping partner dirugikan. Beberapa saham yang menurutnya memiliki pengelola yang jujur adalah JPFA, CPIN, TINS, UNTR, GJTL, ADMG, dan LPCK.

Istilahnya, yang menjadi pertimbangan pertama adalah manajemen, kedua manajemen, ketiga manajemen, baru yang lain.

3. lihat sektor usahanya

Apakah sektor usahanya bagus atau tidak. Ada sektor yang kurang menarik, misalnya sepatu, tekstil, dan garmen. Tetapi ada juga yang menarik, seperti kelapa sawit dan pakan ayam. Orang banyak makan ayam karena ayam merupakan sumber protein termurah dan dampak negatifnya terhadap kesehatan lebih rendah dibanding yang lain. Selain kedua sektor tersebut ada beberapa saham yang menurutnya memiliki sektor usaha yang bagus yaitu sektor pertambangan timah, perdagangan alat berat, industri ban, industri poliester dan kimia, dan pengembangan kawasan industri.

4. Perhatikan pertumbuhan emitennya

Perhatikan juga apakah emiten bersangkutan mengalami pertumbuhan atau tidak.

Kriteria pertumbuhan, konkretnya seperti apa?

Ada empat tipe perusahaan.Pertama, perusahaan yang rugi terus, ada yang kadang untung, dan kadang merugi. Kemudian, perusahaan yang untung besar terus, tapi stagnan. Ada juga perusahaan yang growing secara berkala, misalnya dari Rp 2 triliun, Rp 5 triliun, dan seterusnya. Ini perusahaan yang baik dan yang Kita harus cari. Lihat kinerjanya lima tahun ke belakang. Lihat masa lalunya.

Bagaimana jika lima tahun pertama tumbuh, tetapi lima tahun berikutnya ternyata turun?

Biasanya kalau lima tahun ke belakang tumbuh, ke depannya akan mengalami hal yang sama. Kalau sudah lima tahun berturut-turut growing, tandanya itu super company.

5. Lihat kemampuan emitennya dalam membukukan keuntungan

6. Perhatikan Harganya

Kita harus lihat dari price to earning ratio (PER)-nya. Jangan bilang saham A karena harganya Rp 250 dibilang murah, dan saham B yang harganya Rp 70.000 dibilang mahal. Maksudnya, saham yang harganya Rp 70.000 bisa lebih murah dibanding saham yang harganya Rp 250. PER yang reasonable untuk dibeli yaitu yang PER-nya di bawah lima kali, menurut beliau itu sangat menarik dan potensial. Tapi biasanya perusahaan yang sudah baik dan manajemennya bagus, PER-nya sudah di atas 10 kali.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 44,903 hits

My FB

%d blogger menyukai ini: