teknisi jaringan komputer

Beranda » Oracle » Mengubah Mode Back up Database

Mengubah Mode Back up Database

Terdapat 2 mode untuk melakukan back up database, Anda bisa memilih salah satu dari 2 (dua) cara berikut ini:
§ Dengan menggunakan SVRMGR, dan
§ Dengan menggunakan Database Manager.
Namun pada bab ini hanya dibahas mengenai cara merubah mode database menggunakan SVRMGR.
Dengan fasilitas ini Anda dapat memberikan perintah yang berkaitan dengan penanganan database secara interaktif seperti pada SQL*Plus. Jika SQL*Plus digunakan untuk menerima perintah SQL dalam memanipulasi data, maka SVRMGR dipakai untuk menerima perintah-perintah penanganan database, seperti startup dan shutdown database, menambah kapasitas database atau untuk mengubah mode database.
Database yang akan diubah modenya harus berada dalam kondisi tidak aktif. Untuk itu, jika database masih dalam keadaan aktif, maka Anda bisa melakukan shutdown terlebih dahulu.

 

MENGUBAH MODE KE SVRMGR
1. Aktifkan fasilitas SVRMGR dengan mengklik dua kali icon SVRMGR yang ada pada Program Manager. Lakukan connect sebagai internal dengan Oracle. Pada prompt SVRMGR >, ketikkan perintah:
SVRMGR>STARTUP MOUNT
Maksud perintah tersebut adalah men-startup untuk tujuan tertentu, sehingga tidak dapat diakses oleh user lain untuk pengoperasia normal.
2. Berikan perintah:
SVRMGR> ALTER DATABASE ARCHIVELOG;
Perintah ini untuk mengubah mode database dari NOARCHIVELOG menjadi ARCHIVELOG.

Atau Anda bisa menggunakan perintah:
SVRMGR>ALTER DATABASE NOARCHIVELOG;
Perintah ini untuk mengubah mode database dari ARCHIVELOG menjadi NOARCHIVELOG.

3. Setelah Anda mengubah mode ARCHIVELOG, untuk selanjutnya Anda harus memberikan perintah:
SVRMGR>ALTER SYSTEM ARCHIVELOG START;
Perintah ini untuk proses archive secara otomatis, atau jika Anda tidak menginginkan proses archive secara otomatis maka Anda dapat memberikan perintah:
SVRMGR>ALTER SYSTEM ARCHIVELOG STOP;
Jika boleh kami sarankan, Anda akan lebih baik jika menggunakan archif secara otomatis, karena jika tidak, Anda sendiri yang harus melakukan proses archive secara manual. Hal ini tentu sangat merepotkan dan memungkinkan terjadinya kesalahan, karena selama file redo log online yang sudah penuh tidak di-archive, file tersebut tidak dapat digunakan lagi, sehingga apabila semua file redo log online sudah penuh dan semua belum di archive, database tidak akan dapat berfungsi.
Jika Anda mengubah mode database dari ARCHIVELOG menjadi NOARCHIVELOG maka secara otomatis proses archive akan dihentikan. Anda dapat melihat dalam mode apa saat ini database Anda bekerja dengan memberikan perintah:
SVRMGR>ARCHIVE LOG LIST;

4. Ubah database tersebut menjadi aktif dengan memberikan perintah :
SVRMGR>ALTER DATABASE OPEN;
Jika Anda menggunakan cara tersebut, maka setiap kali Anda ingin menjalankan database dalam mode ARCHIVELOG atau NOARCHIVELOG, maka Anda harus selalu melakukan langkah-langkah tersebut.
Jika Anda tidak mau direpotkan dengan prosedur ini, maka ANda harus menentukan secara pasti apakah Anda ingin menjalankan database dalam mode ARCHIVELOG atau NOARCHIVELOG, kemudian menerapkan keputusan Anda dalam file parameter.
Pada umumnya file parameter tersimpan pada direktori C:\ORAWIN\RDBMS80 dengan nama INITXXXX.ORA, di mana XXXX menunjukkan nama database Anda atau nama lain sesuai yang Anda kehendaki. Pada Personal Oracle nama file parameternya adalah INIT.ORA. Anda bisa melihat isi file parameter ini dengan menggunakan editor file teks yang Anda kenal. Kemudian carilah nama dattabase Anda pada parameter dbname.
File parameter tersebut berisi sejumlah parameter yang mempengaruhi kerja database Anda. Untuk mengubah mode database menjadi ARCHIVELOG, Anda harus menambahkan parameter:
§ log_archivelog_dest yang menunjukkan ke mana Oracle harus meletakkan file redo log online yang sudah penuh (archived redolog) dan,
§ log_archive_start = true, untuk memulai proses archive secara otomatis, atau log_archive_start= False, untuk menghentikan proses archive secara otomatis.
Perubahan pada file parameter ganya berpengaruh pada database yang di startup setelah perubahan dilakukan. Jadi untuk membuatnya agar berpengaruh terhadap file parameter Anda, segeralah melakukan startup ulang.
Seandainya database dijalankan pada mode ARCHIVELOG, maka Anda harus menyediakan tempat ekstra dalam hardisk Anda, karena Oracle akan menyimpan semua file redo log online yang sudah penuh. Hal ini merupakan salah satu kerugian penggunaan mode ARCHIVELOG. Keuntungan pemakaian mode ini adlaah jika terjadi kerusakan dan diperlukan recovery maka database akan dapat dikembalikan ke kondisi semula. Selain itu, apabila Anda ingin melakukan partial backup maka database harus dijalankan dalam mode ini.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 44,903 hits

My FB

%d blogger menyukai ini: